Di bangku tempat biasa engkau rehat, telepon mu berdering "sabar, ikhlaskan lah bukan rezeki mu itu rezeki mereka, besok kan kamu dapat kan yg lebih baik" tersenyum engkau mengatakannya.
Langkah kaki terasa ringan karena hati telah lapang , sambil melangkah ku tesenyum untuk engkau ..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar